tips - East Square Business Center https://eastsquare.biz Virtual Office Jakarta Sat, 24 Dec 2022 08:35:39 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.2 https://eastsquare.biz/wp-content/uploads/2017/05/cropped-logo-EastSquare-512-32x32.png tips - East Square Business Center https://eastsquare.biz 32 32 10 Film Inspirasi Pebisnis https://eastsquare.biz/2022/12/01/10-film-inspirasi-pebisnis/ Thu, 01 Dec 2022 02:04:00 +0000 https://www.eastsquare.biz/?p=1207 Siapa bilang nonton itu hanya untuk relaksasi atau malah menghabiskan waktu? Film yang tepat dapat menjadi sarana belajar, termasuk bagi para pebisnis. Tak sedikit motivasi maupun inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan dapat kita pelajari. Meski bukan semuanya bercerita tentang pengusaha sukses, dalam film-film ini ada juga yang bercerita tentang profesional/staf yang sukses di pekerjaan dan

The post 10 Film Inspirasi Pebisnis first appeared on East Square Business Center.

]]>
Siapa bilang nonton itu hanya untuk relaksasi atau malah menghabiskan waktu? Film yang tepat dapat menjadi sarana belajar, termasuk bagi para pebisnis. Tak sedikit motivasi maupun inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan dapat kita pelajari. Meski bukan semuanya bercerita tentang pengusaha sukses, dalam film-film ini ada juga yang bercerita tentang profesional/staf yang sukses di pekerjaan dan kehidupannya. Berikut daftar 10 film inspirasi, baik bagi pengusaha ataupun orang yang berkecimpung

1. The Intern (2015)

Tua bukan berarti tak berguna atau tak bisa lagi bekerja. Inilah yang diceritakan dalam drama komedi tentang pensiunan bernama Ben Whittaker (Robert De Niro) yang magang di perusahaan rintisan Jules Ostin (Anne Hathaway). Meski telah berusia 70 tahun, Ben memiliki kejelian dan kebijaksanaan dalam bekerja yang membuatnya dekat dengan Jules. Dibumbui kisah komedi dan romansa antara Ben dan tukang pijat di kantor tersebut, serta bagaimana hubungan Jules yang super sibuk dengan keluarganya yang ternyata retak membuat film ini tepat dinikmati saat libur bersama keluarga.

2. The Big Short (2015)

Film tentang bisnis yang satu ini bertaburan bintang karena diperankan deretan aktor ternama seperti Brad Pitt, Ryan Gosling, Christian Bale, Steve Carrell, dan masih banyak lagi. The Big Short menceritakan tentang economic bubble macet di AS yang berdampak pada krisis keuangan global tahun 2007 hingga 2010.

Empat sekawan pemeran utama film ini diceritakan terpisah dan memiliki berbagai terobosan analisa pasar dengan tujuan mengambil alih investasi bank-bank besar di pasar saham. Film ini mengangkat istilah-istilah dalam investasi seperti CDO (collateralized debt obligations), default swap, dan lainnya. Cocok bagi kamu yang sedang mempelajari ekonomi sekaligus penikmat film dengan deretan pemeran ternama.

3. The Devil Wears Prada (2006)

Bagi penggemar Anne Hathaway tentunya film The Devil Wears Prada tak mungkin luput dari tontonan kalian. Andrea Sachs (Anne Hathaway) merupakan seorang jurnalis yang bercita-cita tinggi dan memiliki selera fashion unik. Di tengah tekanan bertubi-tubi di majalah fashion, Andrea menjaga profesionalitasnya hingga menjadi asisten utama Miranda Priestly (Meryl Streep). Hal ini mengantarkannya ke acara bergengsi dan mempelajari hal-hal baru di dunia fashion. Film ini cocok ditonton teman-teman yang sedang meniti karier dari bawah, dan bagaimana cara menghadapi atasan yang tampaknya sulit.

4. Chef (2014)

Kejenuhan menjadi koki di restoran membuat Carl Casper (Jon Favreau) yang ingin bebas mengekspresikan dirinya lewat menu makanan yang disajikannya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya. Ditambah kenyataan kehidupan keluarganya yang sedang renggang. Untuk mengakali keduanya maka Carl membuat terobosan untuk mengajak anaknya berkeliling negara dengan berjualan makanan lewat sebuah truk makanan. Buat para pencinta kuliner sangat menarik karena diawali dengan sajian-sajian kuliner yang menggugah selera, ditambah drama keluarga yang lucu dan menarik.

5. Wolf of Wall Street (2013)

Berkisah tentang seorang pialang saham bernama Jordan Belfort yang rela melakukan apapun termasuk menipu dan menyuap demi meraih kesuksesan impiannya. Meski cara bisnis yang ditempuh ini berhasil membuatnya kaya raya, namun perlahan ia harus menanggung akibat perilakunya, karena FBI berhasil membongkar kejahatan keuangan yang dilakukannya. Pesan penting yang ingin disampaikan dalam film ini yaitu “kesuksesan diperoleh dari kecurangan tidak akan bertahan lama apalagi membuat bahagia.”

6. Hidden Figures (2017)

Kisah perjuangan para matematikawan wanita jenius berkulit hitam yang memegang peran vital dalam divisi awal program luar angkasa NASA Amerika Serikat, di saat diskriminasi masih menjadi isu utama. Menjadi orang yang memegang minoritas dobel (wanita dan orang kulit berwarna dianggap warga kelas dua di Amerika di masa itu) tak membuat 3 wanita brilian ini mundur. Justru mereka memperlihatkan hasil kerja mereka, membuktikan “koneksi dengan atasan” bukanlah dasar promosi, menjadi minoritas tak menjadi alasan untuk patah semangat dan bekerja dengan buruk.

7. Boiler Room (2000)

Seorang mahasiwa drop put mendapat pekerjaan sebagai seorang makelar di sebuah perusahaan investasi, yang melalui jalur cepat untuk sukses. Namun ini mulai menyeretnya ke dalam dunia korupsi dan keserakahan. Film ini mengingatkan mengenai tanggung jawab moral dalam bisnis, yang harusnya lebih penting daripada uang. Jika Anda ingin menjadi seorang pebisnis sukses, maka tak ada salahnya menonton film ini untuk mengingatkan cara kita mendapatkan uang.

8. Moneyball (2011)

Film motivasi bisnis berikutnya menceritakan sebuah tim baseball yang sempat diunggulkan, namun kehilangan kekuatan karena semua pemain bintangnya diambil tim-tim besar ternama. Untuk mengatasi kondisi tersebut, manajer Billy mencari pemain baru kelas dua tetapi memiliki mental juara.

Perlahan, nama yang sebelumnya tidak dikenal dunia baseball mulai terlihat kemampuannya. Akhirnya tim yang dilatih oleh seorang manajer berhasil menjadi juara turnamen nasional. Pesan yang dapat diambil bahwa “uang bukan segalanya, dengan inovasi dan ketekunan kecil akan dapat mengalahkan raksasa.”

9. Steve Jobs (2013)

Sesuai judulnya, film ini diangkat dari kisah hidup pendiri Apple, Steve Jobs. Ceritanya dimulai ketika seorang mahasiswa dari Reed College memperkenalkan iPod di tahun 2001. Di film ini kita akan melihat bagaimana Jobs keluar dari kampusnya, dan bangkit sebagai salah satu pengusaha paling inovatif dan dihargai di abad ke 20. Jika kamu ingin menjadi seorang pendiri perusahaan, jangan sampai ketinggalan menyaksikan film satu ini.

10. Pursuit of Happyness (2006)

Diangkat dari kisah nyata Chris Gardner, ayah dari satu orang anak yang berusaha bertahan hidup di San Francisco, California. Ia bekerja sebagai salesman yang berhasil menjadi pialang saham kaya lewat karirnya di perusahaan saham Dean Witter Reynolds.

Perjuangan Chris seru dan tak mudah, mulai dari ditinggalkan istrinya, magang tanpa dibayar, tidur di bandara bersama sang anak, ketinggalan janji dengan orang penting karena memarkirkan mobil Bos, dan ‘seabrek’ rintangan lainnya. Film ini cocok bagi yang ingin sukses berkarir di perusahaan ternama, sebelum menemukan jalan sukses bisnis kita sendiri.

The post 10 Film Inspirasi Pebisnis first appeared on East Square Business Center.

]]>
Menemukan Mitra Bisnis yang Tepat https://eastsquare.biz/2022/09/01/menemukan-mitra-bisnis-yang-tepat/ Thu, 01 Sep 2022 03:17:00 +0000 https://www.eastsquare.biz/?p=1214 Anda mungkin ingin memulai bisnis sendiri alias jadi solopreneur, tapi jangan menutup kemungkinan untuk bermitra atau mencari co-founder. Layaknya memilih pasangan hidup, cari mitra juga susah-susah gampang dan butuh kecocokan. Yang jelas itu harus jadi mitra yang TEPAT. Berikut ini beberapa ide mengenai kriteria seperti apa yang harus dicari untuk mendapatkan mitra bisnis alias co-founder

The post Menemukan Mitra Bisnis yang Tepat first appeared on East Square Business Center.

]]>
Anda mungkin ingin memulai bisnis sendiri alias jadi solopreneur, tapi jangan menutup kemungkinan untuk bermitra atau mencari co-founder.

Layaknya memilih pasangan hidup, cari mitra juga susah-susah gampang dan butuh kecocokan. Yang jelas itu harus jadi mitra yang TEPAT. Berikut ini beberapa ide mengenai kriteria seperti apa yang harus dicari untuk mendapatkan mitra bisnis alias co-founder yang sempurna:

1. Cari orang yang sudah Anda kenal

Alangkah baiknya memilih orang yang kita sudah pernah bekerja sama. Sehingga kita tahu cara kerja, kemampuan, cara menghadapi orang lain, dan berbagai hal yang memungkinkan kita mempercayainya. Lebih baik lagi bila ada kecocokan serta hubungan pribadi yang baik dengan orang tersebut. Minimnya kemungkinan konflik pribadi dan sosial di luar urusan kerja akan menjadi nilai plus yang sangat besar.

2. Pilih orang yang satu Visi dan Nilai

Yang satu ini tidak bisa ditawar. Jika prinsip kerja, etika, nilai yang dianut berbeda, besar kemungkinan kalian akan menemukan perbedaan mendasar yang nantinya berujung pada perpecahan jika ada keputusan besar yang harus dibuat. Ini memang bicara visi dalam pekerjaan, namun biasanya tercermin juga dalam tujuan hidup pribadinya.

Orang yang punya visi dan passion yang jelas juga akan semangat mengerjakan segala sesuatu, karena dia tahu tujuan hidupnya. Sehingga kita nantinya tak harus lelah “menyeret” atau berkali-kali mengingatkan tugasnya.

3. Cari orang yang Anda percayai

Ini juga hukumnya wajib. Bukan hanya karena kalian akan bertanggung jawab atas bakul nasi bersama, tetapi juga karena seringkali kalian akan mengerjakan proyek besar secara independen. Kamu harus 1000% percaya pada partnermu, dan keterbukaan antara kalian harus menjadi hal utama. Kepercayaan ini bukan cuma berpengaruh ke hubungan kerja, tapi juga akan membuat kita tidur nyenyak, mengetahui partner kita sanggup mengerjakan tugasnya dengan baik.

4. Bekerjalah dengan orang yang berbeda namun saling melengkapi

Group of people on peak mountain climbing helping team work , travel trekking success business concept

Bukan berarti kita mencari yang total berlawanan, namun carilah yang memiliki perbedaan yang mampu saling melengkapi. Ini mencakup kemampuan, selera, sudut pandang, BUKAN prinsip atau nilai yang dianut. Jika kamu adalah orang yang ahli di bidang teknis misalnya, ada baiknya memilih partner yang jago promosi atau keuangan. Dengan adanya sudut pandang yang berbeda juga akan mengurangi kemungkinan “bias” atau mengambil keputusan dari satu sisi saja.

Poin plus jika mendapatkan partner yang menantang kita menjadi lebih baik. Karena adanya perbedaan skill tadi, kita bisa saling belajar dan terpacu untuk berkembang.

5. Mau membuat kesepakatan yang jelas

Tentukan dari awal siapa yang bertugas mengerjakan apa, bagaimana pembagian keuntungan, penanaman modal, persentase saham, dan sebagainya. Jika perlu, tuangkan dalam kontrak kerjasama yang ditanda tangani di atas meterai atau di depan notaris. Orang yang menolak membuat kejelasan seperti ini perlu dipertanyakan, karena pebisnis sejati justru akan meminta rincian yang jelas.

Tuliskan apa yang akan terjadi bila mengalami kerugian atau bila salah satu co-founder ingin keluar. Bagaimana hak atas berbagai aset bila kerjasama ini tak ingin dilanjutkan, dan sebagainya. Percayalah, kesepakatan yang jelas menyelamatkan kita semua dari sakit kepala di masa depan.

Ada beberapa hal yang perlu dihindari saat mencari partner:

  • Orang yang tidak bisa berkomitmen pada rekanan sebelumnya, apalagi yang menjelek-jelekan mitra sebelumnya.
  • Orang yang tidak punya visi jangka panjang dan tidak memiliki rencana, baik rencana bisnis maupun visi untuk kehidupan pribadinya.
  • Orang yang punya “obsesi artis” – hobi dilihat dan ingin terkenal.
  • Yang tidak punya kemampuan profesional atau teknis yang kita butuhkan. Antusiasme dan keinginan maju memang penting, namun jangan mencoba bermitra dengan orang yang tak punya pengalaman sama sekali. Mungkin mereka akan cocok menjadi staff atau tim penyemangat, bukan mitra.

Beberapa hal di atas akan langsung terlihat, namun tak selalu semudah itu. Jangan ragu untuk bertanya pada rekan-rekan lamanya, dan mencari tahu bahkan mengecek akun sosmed mereka.

Menemukan partner yang tepat memang tak mudah, namun itu akan membuat bisnis (dan hidup) kita jauh lebih mudah bila mendapatkan yang tepat. Jadi, bersabarlah dan lakukan PR kita!

– diambil dari berbagai sumber

The post Menemukan Mitra Bisnis yang Tepat first appeared on East Square Business Center.

]]>