Skip to main content

East Square Business Center

tips_hemat_eastsquare

Sewaktu munculnya pandemi COVID-19, pemerintah menghimbau agar masyarakat lebih banyak berada di rumah yang dimaksudkan untuk memutus penyebaran virus corona. Ini tentu menyebabkan sebagian besar orang kehilangan pemasukannya. Pada saat sulit ini, ada baiknya kita membuat perubahan untuk menghemat pengeluaran. Berikut adalah 10 cara untuk berhemat yang selalu berguna bagi kita semua:

  1. Berbelanja di Pasar Tradisional

Pasar tradisional jelas memiliki harga sayur, buah, bumbu dan hal lainnya yang lebih murah ketimbang di supermaket.  Tidak perlu tawar menawar dengan pedagang pun, pasti akan mendapatkan harga yang lebih terjangkau. Hal itu dikarenakan supermaket harus membayar biaya karyawan, AC, listrik, pajak, belum lagi keuntungan yang diambil. Sehingga, harga barang-barangnya lebih mahal daripada di pasar tradisional.

  1. Masak sendiri

Terkadang kita malas memasak, apalagi bagi yang hidup sendiri. Memesan makanan secara online menjadi hal termudah untuk memenuhi kebutuhan perut. Jika hanya sesekali memang tidak apa, namun apabila sering dilakukan, maka pengeluaran kita akan bengkak. Beli makanan online itu banyak biaya tambahannya, selain tentunya untung dari warung/restonya, ditambah ongkir serta pajak dari jasa layanan yang dipakai. Mumpung lagi ada di rumah terus, kan tidak sesibuk biasanya, jadi bisa masak sendiri kan? Bisa coba resep dan kresi baru pula!

  1. Bawa bekal makan sendiri ke kantor/sekolah

Selain tidak perlu pusing harus memikirkan akan makan siang apa di kantor serta tidak perlu jalan keluar dan menunggu hanya untuk beli makanan, bawa bekal sendiri juga lebih terjamin kebersihan dan kualitasnya. Cukup masak lebih banyak di malam hari, agar sisanya bisa dibungkus untuk esoknya.  Sedikit lebih repot, namun tentunya ini juga lebih murah dibanding beli makan di luar.

  1. Buat anggaran, tentukan prioritas

Tentukan kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi dalam sebulan, buat daftarnya, dan langsung pisahkan (masukan amplop masing-masing) kebutuhan utama seperti bayar kost/cicilan rumah dan kendaraan, uang sekolah anak, listrik, uang makan, dan hal lainnya. Sisanya baru untuk beli baju baru, mainan, barang hobi, dan seterusnya. Jika masih ada lebih maka ditabung, jangan dihabiskan.

  1. Bedakan kebutuhan dan keinginan

Jika misalnya sedang lapar, beli makanan secukupnya, tak usah membeli cemilan dan minuman kekinian yang belum tentu juga dihabiskan. Kemudian saat berbuka puasa ada baiknya makan dan minum dengan yang sudah disunahkan dan tak perlu berlebihan, yang terpenting dapat mengembalikan energi kita. Utamakan kesehatan daripada nantinya hanya akan menambah kolestrol yang berlebihan. Sekarang juga waktunya untuk mencari tahu apa yang tidak berguna saat ini. Kurangi langganan bulanan yang tidak terpakai sehingga bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih penting misalnya.

  1. Tahan pembelian, tunggu diskon

Sering kali kita membeli keinginan, bukan kebutuhan. Nah untuk barang keinginan ini kan tidak mendesak, jadi tak perlu terburu-buru membeli. Setiap tahun selalu ada diskon entah menjelang Lebaran, Natal, dan berbagai hari besar lainnya. Tidak masalah toh jika harus menunggu untuk berbelanja. Jangan lupa harus tetap dalam budget ya.

  1. Manfaatkan apa yang ada

Di jaman kita kecil dulu belum ada gadget, toko mainan pun sedikit, jadi anak-anak bermain dengan memanfaatkan berbagai barang mulai dari kardus (dijadikan rumah-rumahan, mobil-mobilan), koran bekas (dibuat origami / kapal terbang), botol plastik kosong (diisi pasir dan dibuat pin bowling) dan seterusnya. Tak perlu mainan mahal untuk tetap bergembira. Setelah dewasa pun, kebiasaan ini membuat kita tidak membuang-buang segala sesuatu dan bisa memanfaatkan apa yang ada.

  1. Jangan terlalu sering buka aplikasi e-commerce

“Jika kita sibuk bekerja, maka kita tidak akan sibuk menghabiskan uang.” – Salah satu penyebab uang kita mengalir deras keluar adalah karena terlalu sering buka aplikasi e-commerce, atau jalan-jalan di mall dan melihat berbagai diskon. Ini membuat kita tergoda untuk membeli sesuatu, dan bukan sibuk menghasilkan yang berguna. Jika uang kita cukup sih tidak ada masalah ya, tapi kalau tidak cukup itu yang bikin pusing…

  1. Hanya pegang uang secukupnya di dompet & jangan gunakan kartu kredit/debit

Hitunglah kebutuhan untuk seminggu, dan taruh jumlah itu saja di dompet. Membawa uang banyak membuat kita cenderung merasa bisa berbelanja lebih, hingga tanpa disadari memakai uang yang seharusnya untuk bayar cicilan rumah. Selain itu, secara psikologis menggunakan uang tunai akan membuat kita menyadari nilai sesungguhnya yang dikeluarkan, ketimbang menggesek sebuah kartu.

  1. Miliki rekening terpisah untuk tabungan

Setelah melewati pandemi ini, pasti banyak orang sadar bahwa wajib hukumnya punya tabungan. Saya yakin apabila mau berhemat, tidak banyak orang mengalami kesulitan saat sesuatu yang buruk terjadi – entah itu PHK, kecelakaan, pandemi, atau apapun namanya. Saat mendapat THR misalnya, daripada dihabiskan semua untuk beli baju baru atau dibagi, alangkah baiknya sebagian disisihkan untuk keperluan darurat. Nah buat tabungan ini di rekening terpisah, yang tidak ada ATM jadi tak mudah diambil. Atau bisa ikut berbagai program asuransi investasi yang ditawarkan berbagai bank agar kita “mau tak mau” belajar menabung.

Ada pepatah “Jika seseorang tidak mampu mengelola Rp 1 juta, jangan harap ia mampu mengelola Rp 1 Milyar.” Seberapa besar pun pendapatan yang dimiliki, akan habis bila kita tidak sanggup mengatur dengan baik. Kuncinya bukan di besarnya pendapatan, tapi kepandaian mengelola. Jika saat ini yang kita miliki belum banyak, anggaplah sebagai sebuah latihan saat memiliki pendapatan besar nanti. Yuk mulai dari sekarang!

backtotop