Skip to main content

East Square Business Center

10 film tontonan entrepreneur_eastsquare

Selama PPKM akhir 2021 jadi tak bisa libur kemana-mana? Tenang Anda tak sendiri koq. Lagipula tak berarti di rumah aja jadi tak bisa menikmati liburan kan. Sambil mengisi waktu selama akhir tahun, sekalian memotivasi agar jadi pebisnis yang lebih baik, simak yuk 10 tontonan yang menginspirasi:

1. The Founder (2016)

Siapa tak kenal McDonalds? Gerainya yang ada di seluruh dunia ini tentu sudah dicicipi oleh kita semua. Film ini berpusat pada kisah Ray Kroc, salesman mixer keliling yang pada akhirnya berhasil mengubah McD menjadi jaringan waralaba fast food paling sukses di dunia. Film ini mengangkat tema bahwa kegigihan, pentingnya melihat peluang, memiliki visi di masa depan dan mampu memecahkan masalah pelanggan adalah hal penting yang harus dimiliki seorang pengusaha jika ingin berhasil.

2. Social Network (2010)

Film blockbuster ini menceritakan kisah penemu media sosial terkemuka di dunia, Facebook. Cerita dimulai saat ia masih menjadi mahasiswa di Universitas Harvard hingga berhasil membuka salah satu perusahaan media sosial terbesar. Mark Zuckerberg memulai perjuangannya mendirikan startup di usia yang muda. Bukan tanpa lika-liku, mulai dari pengkhianatan rekan-rekannya, hingga tuntutan-tuntutan yang diarahkan kepadanya hingga kesuksesannya saat ini.

3. Margin Call (2011)

Sebuah film drama Amerika yang disutradarai J.C. Chandor tentang bisnis ini berlatar 24 jam sebelum krisis ekonomi AS pada tahun 2008. Film ini juga menunjukkan secara gamblang aktor-aktor di balik runtuhnya bisnis perumahan di Amerika Serikat.

Tema penting film Margin Call terletak pada keserakahan dan kelicikan yang dapat memotivasi kita menjadi pengusaha jujur dan sukses. Ada sebuah quotes menarik “ada 3 jalan untuk membuat kehidupan dalam bisnis. Jadilah yang pertama, jadilah paling pintar, atau jadi yang tercepat.”

4. Crocodile in the Yangtze (2012)

Siapa sangka Jack Ma, salah satu orang terkaya dunia ternyata memulai dari guru matematika sebelum menjelma menjadi seorang miliarder Tiongkok yang mendirikan Alibaba Group.

Film dokumenter bisnis ini menceritakan bahwa bisnis lebih dari sekedar menjadi sukses secara lokal, melainkan harus sukses secara global dan internasional. Juga cara agar ide yang dibawa dalam bisnis bisa bermanfaat bagi orang banyak. Jack Ma, pria asal Asia pertama bersama dengan Alibaba Group berhasil menembus pasar di negara-negara Barat.

5. Joy (2015)

Kisah ini menceritakan wirausahawan bernama Joy Mangano yang merupakan penemu dari alat pel Miracle Mop dan Huggable Hangers untuk pakaian. Dalam filmnya itu, Joy yang diperankan oleh Jennifer Lawrence berjuang untuk mendirikan bisnis serta mematenkan lebih dari 100 penemuannya. Usaha Joy mematenkan bisnisnya tentu tidak mudah. Banyak masalah yang harus dia hadapi. Meski begitu semua masalah itu berbuah manis, sebab Joy berhasil menjadi salah satu pengusaha hebat di Amerika. Film ini menunjukkan bahwa wanita pun bisa mewujudkan mimpi menjadi pebisnis walaupun perjalanannya sulit. 

6. The Startup Kids (2012)

Film dokumenter ini mengisahkan beberapa anak muda yang membangun startupnya di Amerika Serikat dan Eropa. Film ini berisi wawancara dengan founder–founder perusahaan startup ternama seperti Vimeo, Dropbox, Souncloud, Debito, xsmoke® dan para pebisnis lain yang membicarakan tentang bagaimana mereka membangun bisnis serta hidup sebagai seorang entrepreneur.

Selain itu ada juga wawancara orang-orang yang berkecimpung di dunia teknologi yang berbicara tentang lingkungan startup diantaranya adalah Venture Capitalist Tim Draper and MG Siegler, tech blogger dari Techcrunch. Cocok bagi yang ingin mengetahui atau mendalami techpreneur.

7. The Billionaire (2011)

Pernah makan snack rumput laut Tao Kae Noi? Ini adalah film Thailand yang menceritakan kisah sukses pemiliknya yaitu Aitthipat Kulapongvanich (Top Ittipat) lewat bisnis rumput lautnya. Top bukanlah anak brilian yang suka bisnis, malahan anak muda yang kecanduan Game Online. Di kamarnya saja ada 3 komputer yang ia gunakan untuk bermain. Kecanduan bermain game membuat ia menelantarkan pendidikannya, tapi justru dari sinilah ia berkenalan dengan dunia bisnis.

Perjuangannya mulai dari membayar hutang keluarga, berusaha untuk kuliah lagi, berhasil memasarkan produknya ke 7-Eleven hingga membangun bisnis dengan omzet 200 Milyar per tahun dikemas apik disini. Cocok untuk anda pencari film inspirasi bisnis yang menceritakan anak muda yang sukses!

8. Filosofi Kopi (2015)

Film selanjutnya datang dari dalam negeri. Industri perfilman Indonesia memang kini makin apik, menceritakan kisah perjuangan bisnis kopi yang sedang marak. Film yang diangkat dari antologi cerpen berjudul sama karya Dewi Lestari ini mengisahkan Ben dan Jody, dua sahabat pencinta kopi yang membangun bisnis kedai kopi bersama. Kedua sahabat ini bisa dibilang punya modal sempurna untuk dapat membuat kedai kopi sukses. Jody mempunyai ilmu bisnis dari universitas luar negeri dan Ben yang jago meracik kopi.

Namun ternyata, mempunyai latar belakang yang bagus pun tidak membuat Filosofi Kopi berjalan lancar. Mereka terlilit hutang besar dan harus melunasinya secepatnya jika ingin mempertahankan bisnis mereka.

9. Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar (2014)

Diangkat dari perjalanan hidup seorang Merry Riana, perempuan berdarah Tionghoa yang berhasil menjadi miliarder di usia 26 tahun. Film ini menceritakan perjuangan awal Merry yang diperankan Chelsea Islan menghadapi krisis di Indonesia dan kelamnya nasib keturunan Tionghoa di tahun 1998. Ia harus mengungsi ke Singapura karena alasan keamanan di dalam negeri. Sesampainya di Singapura pun tak mudah, bekal uang yang ia miliki hanya cukup untuk 5 hari. Beruntung ia menemukan temannya lewat media sosial. Disinilah mulai perjuangan panjang Merry Riana, untuk hidup, kuliah, berbisnis hingga bisa menjadi seperti sekarang.

10. Cek Toko Sebelah (2016)

Film kedua karya Ernest Prakasa ini bergenre komedi keluarga. Cek Toko Sebelah mengisahkan seorang ayah yang ingin mewariskan tokonya pada anaknya. Konflik dimulai saat si bungsu Erwin merasa tidak sanggup jika harus mengurus toko kelontong milik ayahnya, Koh Afuk. Apalagi di saat karir Erwin sedang menanjak, sebagai lulusan luar negeri dia tentu merasa berat jika harus mengabdikan hidupnya hanya di sebuah toko kelontong. Sementara, Yohan sebagai anak sulung merasa dilangkahi jika toko kelontong ayahnya diurus oleh adiknya. Dengan cara penyampaian yang ringan dan menghibur, ada beberapa hal yang dapat dipetik dari kisah ini. Cocok untuk hiburan santai tapi bermakna bagi semua umur.

backtotop