Skip to main content

East Square Business Center

Coba ingat-ingat perasaan positif ketika melakukan sebuah kebaikan bagi orang lain. Mungkin senyum yang diterima setelah kita memberikan barang titipan, atau rasa puas setelah membantu panti asuhan setempat. Atau bahkan hanya sekedar senang bisa membantu orang lain. Rasa “hangat” ini dihubungkan dengan menolong orang lain, dan sebagai makhluk sosial, ini membantu memenuhi kebutuhan psikologi dasar kita. Benar kita, bukan orang yang dibantu.

Selain meningkatkan ibadah, melakukan kebaikan terhadap sesama juga menjadi salah satu jalan mengumpulkan lebih banyak pahala di bulan Ramadhan. Meski terlihat bukan sebagai sebuah aktivitas yang luar biasa, berbagi dengan sesama tetap akan memberikan kebahagiaan tersendiri untuk yang melakukannya.

Selain mendapatkan pahala, berbagi juga memberi banyak dampak positif. Banyak riset menunjukan, melakukan hal baik, kecil maupun besar, bukan hanya membuat kita merasa lebih baik, tapi memberi kebaikan bagi kita. Apa saja keuntungan yang kita dapat saat menolong orang lain?

  1. Semakin dihargai dan dihormati

Ini bisa dilihat ketika kamu merupakan seorang karyawan di sebuah perusahaan dan memiliki bawahan. Memberikan sedikit hadiah kepada anak buah akan meningkatkan kepercayaan dirimu memimpin tim. Berbagi adalah cara terbaik bagi pimpinan memperkuat kerjasama tim. Kamu akan semakin dihargai dan dihormati oleh mereka.

2. Meregulasi emosi.

Setiap hari kita dihadapkan pada berbagai hal, ada yang menyenangkan dan ada yang membuat frustasi, namun kita harus tetap mampu menjaga emosi. Kadang-kadang, ketika emosi meluap, kita membutuhkan dukungan orang lain. Saat mengajari anak yang sedang ngambek/tantrum, atau menolong teman yang baru putus dengan pacar, adalah salah satu bentuk regulasi emosi. Sebuah studi dari Columbia University menunjukkan, dengan menolong orang lain mengatasi masalahnya, tanpa sadar kita sedang berlatih dan mengembangkan kemampuan mengatur emosi kita sendiri.

3. Mengurangi stress/resiko depresi

Tidak ada yang bersedekah sambil cemberut, pasti tersenyum dengan wajah bahagia. Karena saat berbagi, otak memproduksi hormon dopamine yang menghasilkan perasaan bahagia dan hormon oxytocin yang mengurangi stres. Mendonasikan uang ke yayasan/organisasi amal mengaktivasikan bagian otak yang sama dengan yang merespon hadiah uang atau bahkan seks.

4. Hidup lebih puas, sehat, dan bahagia

Riset menunjukan, orang yang terlibat dalam perilaku menolong sesama menjadi lebih bahagia, juga memiliki kesehatan mental dan fisik lebih baik. Tidak semua kebaikan memiliki efek sama, justru perilaku spontan seperti membantu tetangga membawa barang berat, memberi efek lebih besar pada si pemberi ketimbang menjadi sukarelawan di sebuah yayasan amal. Orang muda dilaporkan merasakan kesehatan mental yang lebih baik, sementara orang yang lebih tua merasakan benefit kesehatan fisik setelah memberi.

5. Menciptakan persaudaraan dan persatuan

Tidak ada orang yang berbagi, jika tidak memiliki kepedulian kepada orang lain. Keinginan untuk berbagi datang karena kita memiliki kepedulian terhadap orang lain dan lingkungan sekitar. Kebiasaan berbagi dengan sesama ini akan membawa banyak dampak positif dalam kehidupan, termasuk meningkatkan rasa kepedulian sosial terhadap orang lain. Sekecil apapun pemberian kamu kepada orang lain, mereka akan senang dan mengingatnya. Bukan tidak mungkin, saat kita bertemu di jalan, akan saling sapa dan saling tolong menolong. Tangan kita akan menjadi lebih terbuka untuk saling berangkulan, bersatu setelah saling berbagi.

Nah, sobat ES sudah tahu kan kalau berbuat baik itu ada banyak manfaatnya. Tunggu apalagi? Jangan simpan kebaikanmu hanya untuk diri sendiri, bagilah kepada yang lain agar lebih berharga..

backtotop