Orang dapat melihat perjalanan pulang pergi ke kantor tiap hari sebagai dua hal: kesempatan untuk istirahat sebentar atau bahkan menyelesaikan pekerjaan, atau kesengsaraan yang harus dilewati tiap hari.
Merasakan hiruk-pikuknya jalanan Jakarta membuat banyak orang beralih ke coworking, menjadi freelance, dan membuat beberapa perusahaan memberikan jam kerja fleksibel.
Sangat dimengerti, menghadapi tak jelasnya waktu tunggu Busway, harus berdesak-desakan di bus atau kereta, (kalau dapat tempat pun) duduk bersebelahan dengan orang yang berkeringat dan bawa barang segudang memang tak enak. Bawa kendaraan sendiri pun dengan gilanya kemacetan Jakarta tak bisa dikatakan sebuah opsi yang menyenangkan. Lalu kita mesti gimana dong?
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar perjalanan kerja jadi lebih mudah.
1. Bawa buku
Kegiatan ini bukan hanya tak lekang oleh waktu, tapi juga menambah pengetahuan kita. Rata-rata CEO membaca 60 buku setahun, membuktikan ini kegiatan yang mumpuni (itu kalau suatu saat kepengen jadi CEO sih, bukan karyawan kontrak terus…) Ribet bawa buku? Pakai e-reader aja, sudah ada aplikasi Kindle atau iBooks yang tinggal di-download. Pilihan yang bisa dibaca sangatlah banyak, lebih murah, dan membaca tetap bisa dilakukan sambil berdiri atau hanya dengan satu tangan.
2. Dengarkan podcast
Tidak bisa baca karena harus menyetir? Tak masalah. Jaman sekarang semua orang sudah punya smartphone kan? Dan pasti ada aplikasi musiknya. Dengarkan audiobooks atau podcast, yang rata-rata gratis, dan bisa pilih dari segudang pilihan sesuai yang kita mau. Tapi harus tetap fokus waktu berkendara yaa…
3. Cek email & daftar pekerjaan yang harus dilakukan hari ini
Di jaman secanggih sekarang, di mana hampir semua orang punya smartphone, tentunya memudahkan kita mengecek jadwal, to-do list, deadline apa saja yang mesti segera diselesaikan. Jadi saat sampai di kantor langsung bisa fokus, bukan lagi cari ini-itu dan muter sana-sini karena belum tahu apa yang mesti dikerjakan. Atau selama perjalanan daripada chatting dengan gebetan atau main game terus, mending mengecek dan menjawab email. Tetap produktif di saat macet, kenapa tidak?
4. Bersantai sedikit
Bisa dengan menggambar, menulis, atau mendengarkan lagu favorit kita selama di jalan, sambil mempersiapkan mental untuk bekerja hari ini. Memberikan waktu rileks untuk otak kita sejenak membantu agar kita tetap fokus. Sebagai pencinta dan pemain musik, saya biasanya menggunakan waktu di jalan untuk mendengar berbagai referensi musik baru atau ‘ngulik’ lagu yang harus dimainkan. Makanya cintai pekerjaan kita, dijamin rasanya ngga seperti bekerja!
5. Cari tebengan, alias partner pulang pergi
Menghadapi kemacetan tak serumit itu ketika kita bersama teman (terutama yang seru). Kalau ada rekan sekantor dan rumahnya tak jauh dari tempat tinggalmu, ajaklah berkendara bersama. Memang itu tak bisa mencegah kita terlambat, tapi paling tidak perjalanannya lebih tidak membosankan (dan lebih ramah lingkungan).
Makanya, carilah teman sebanyak-banyaknya di kantor. Selain memperluas wawasan dan pergaulan, bukan tak mungkin ada kesempatan yang terbuka, misalnya kolaborasi antar divisi.
6. Hindari waktu utama kemacetan
Jika sampai di stasiun atau halte terdekat, dan semuanya penuh karena ada kerusakan, atau di jalan ada kecelakaan, atau tiba-tiba ban motor/mobilmu bocor, yang pastinya akan memakan waktu, tak usah stress dan bingung, toh kita pasti akan terlambat. Lebih baik cari café terdekat, mulai bekerja dari sana sambil menunggu huru hara jalanan berakhir, baru mulai lanjut ke kantor.
Di sinilah pentingnya kita punya ‘rapor’ yang baik dengan atasan dan rekan kerja. Kalau kerjaan kita selalu beres dan hasilnya memuaskan, yakinlah sedikit keterlambatan tidak akan membuat kita dimarahi, atau bahkan dipecat. Tapi kalau sering terlambat sih, namanya hobi kali yaa…
Pilihan lain adalah berangkat lebih cepat dan pulang lebih sore, daripada berkutat di jalan lebih baik berkorban sedikit (bangun lebih pagi) tapi tak pusing menghadapi macet. Semuanya balik lagi ke pilihan kita masing-masing. Lagian kalau kerjaan kita hasilnya baik, bukan tak mungkin kita bisa meminta jam kantor berbeda kan?
Lelah menghadapi kemacetan? Berkantor di EastSquare aja, kamu tetap bisa punya alamat kantor profesional lengkap dengan fasilitas ruang meeting dan resepsionisnya, jadi tetap kece saat bertemu klien, juga terus bisa lanjut bekerja dari mana saja tanpa pusing dengan kemacetan deh…
